Pecah Telur! Nabila Giswatama Jadi Peraih Mahkota Putri Pariwisata Indonesia Pertama dari Kaltim Sepanjang Masa

Nabila meraih mahkota utama Putri Pariwisata Indonesia 2025. (PPI)

Nusantara- Putri Pariwisata Kaltim 2024, Nabila Putri Giswatama berhasil meraih mahkota Putri Pariwisata Indonesia tahun 2025. Ia nantinya akan membawa nama Kaltim dan Indonesia di ajang Miss Tourism World. Menambah istimewa, karena ini adalah pertama kalinya perwakilan Benua Etam menjadi penerima mahkota di ajang bergengsi tersebut sejak digelar pada 2008 silam.

Setelah rangkaian panjang gelaran Putri Pariwisata Indonesia 2025, para peserta dari berbagai provinsi akhirnya sampai di panggung terakhir. Bertempat di jantung Ibu Kota Nusantara (IKN), mereka terus memaksakan senyuman terbaiknya, meski tubuh mereka bergetar hebat. Intensitas gerak jantung tiba-tiba tidak teratur.

Bacaan Lainnya

Dan ketika pembawa acara menyebut nama Nabila Putri Giswatama sebagai peraih mahkota utama, suasana ruangan langsung campur aduk. Tepuk tangan bergelora untuk sang juara. Juga applause apresiasi untuk para kontestan lain yang telah berjuang sebaik yang mereka bisa.

Nabila Putri Pecahkan Rekor

Nabila tentu bukan satu-satunya orang yang berbangga atas gelar tersebut. Ini adalah kemenangan besar bagi Kalimantan Timur. Sebab, gadis yang sebelumnya mewakili panji Penajam Paser Utara (PPU) di level provinsi itu, adalah perempuan pertama dari Kaltim yang memenangkan gelar Putri Pariwisata Indonesia, sejak pertama digelar pada 2008. Rekor baru tercipta!

Sebelumnya, DKI Jakarta dan Sulawesi Utara adalah provinsi langganan pemenang, masing-masing telah meraih 4 gelar. Melampaui Bali dan Maluku (2), serta Sumbar, NTT, Papua Barat, Jateng, dan Kalbar (1).

Sejak karantina dimulai pada 16 Agustus 2025, Nabila tampil konsisten. Dalam sesi diskusi ide, ia memukau dengan gagasan tentang pariwisata berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat lokal. Saat peragaan Nusantara Fashion Carnival, busana khas Kaltim yang dikenakannya memukau penonton.

Finalis dari Bali, Ni Wayan Rosalie Putri Matschiske, menjadi pesaing terkuatnya. Namun keunggulan Nabila dalam kombinasi intelektualitas, performa di atas panggung, dan kepercayaan diri membuatnya unggul dari 24 finalis lainnya.

Tangis Haru dan Janji Bawa Kaltim ke Kancah Internasional

Saat penobatan, air mata haru menetes di pipinya—bukan hanya karena kemenangan, tetapi juga perjalanan panjang yang membawanya ke titik ini.

“Ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang Kalimantan Timur. Saya ingin membuktikan bahwa dari daerah, dari IKN yang sedang kita bangun bersama, lahir generasi yang siap bersuara di kancah nasional bahkan internasional. Saya ingin membawa pariwisata kita lebih dikenal, tidak hanya Bali atau Jakarta, tetapi juga Kaltim dengan segala kekayaan budaya dan alamnya,” ujar Nabila dengan suara bergetar namun mantap.

Lebih jauh, ia menambahkan bahwa gelar ini adalah amanah besar. “Pariwisata bukan sekadar industri, tapi ruang untuk menyatukan identitas bangsa, mempertemukan budaya, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat lokal. Saya akan bekerja keras agar pariwisata kita semakin inklusif dan mendunia.”

Penyerahan sash dan mahkota dilakukan langsung oleh Ketua Umum Yayasan EL JOHN Indonesia, Martinus Johnnie Sugiarto, bersama Direktur Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Palinrungi. Sekretaris OIKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menekankan pentingnya peran yang kini diemban Nabila.

“Finalis yang terpilih bukan hanya cantik, tetapi juga cerdas dan visioner. Untuk Putri Pariwisata Indonesia, jadilah duta yang mampu mempromosikan nilai-nilai budaya kita sebaik-baiknya ke dunia internasional,” tegasnya.

Kemenangan Nabila merupakan hadiah indah dan simbol bahwa dari tanah Borneo lahir sosok yang siap memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

Malam itu, panggung IKN tidak hanya melahirkan seorang ratu kecantikan. Ia melahirkan cerita baru—tentang optimisme, kebanggaan, dan masa depan pariwisata Indonesia yang lebih berwarna.

Daftar Peraih Mahkota Putri Pariwisata Indonesia

TahunPemenangProvinsi
2008Albertina Fransisca Mailoa Maluku
2009Andara Rainy Ayudini DKI Jakarta 5
2010Cynthia Sandra Tidajoh Sulawesi Utara
2011Melisa Putri Latar Maluku
2012Reinita Arlin Puspita DKI Jakarta 1
2013Nabilla Shabrina Jawa Tengah
2014Syarifah Fajri Maulidiyah Kalimantan Barat
2015Dikna Faradiba Papua Barat
2016Lois Merry Tangel Sulawesi Utara
2017RR Astari Indah Vernideani DKI Jakarta 5
2018Gabriella Patricia Mandolang Sulawesi Utara
2019Mawarni Clarita Salem Nusa Tenggara Timur
2020Jessy Silana Wongsodiharjo DKI Jakarta 3
2021Tisya Laura Dewi Sumatera Barat
2022Tania Saputra Bali
2023Salsabila Tiara Putri Sulawesi Utara
2024Ni Made Dwiguna Pradyaniswari Bali
2025Nabila Putri GiswatamaKalimantan Timur

(gis)

Bagikan:

Pos terkait