Revitalisasi Pasar Tangga Arung Dinilai Sangat Perlu

Kukar – Pemerintah Daerah (Pemda) Kutai Kartanegara (Kukar) serius terkait pembenahan Pasar Tangga Arung, Tenggarong. Dengan bakal melakukan revitalisasi pada pasar yang sempat dibongkar pada 2017 silam.

Dukungan pun mengalir dari DPRD Kukar, khususnya dari Wakil Ketua DPRD Kukar Siswo Cahyono.

Menurutnya memang sudah seharusnya revitalisasi ini segera dilakukan oleh Pemkab Kukar. Guna memanfaatkan lahan yang kini terlihat ditumbuhi rumput dan semak belukar. Terlebih terletak di tengah-tengah Kota Tenggarong.

“Kita mendukung, selama ini kan memang pasar yang identik jantungnya memang disana (Tangga Arung) bukan di Mangkurawang,” kata Siswo Cahyono.

Wakil Ketua DPRD Kukar, Siswo Cahyono. (Mediaetam.com/ist)

Dengan adanya revitalisasi pasar ini menjadi pasar tradisional semi modern, Siswo berharap pedagang-pedagang yang sempat tersisihkan dapat diakomodir kembali. Karena memang menurutnya keberadaan Pasar Gerbang Raja Mangkurawang cukup jauh. Dan tidak berada di tengah-tengah Kecamatan Tenggarong.

“Ibu-ibu setengah mati kalau belanja di sana karena mereka mengeluhkan jarak tempuh yang jauh. Alhasil belanjanya di pinggiran jalan sekitaran pasar tangga arung,” tutupnya.

Pasar yang dibangun pada tahun 1984, dengan luasan lahan sekitar 3,5 hektare ini, sempat dibongkar. Hingga memindahkan para pedagangnya ke Pasar Gerbang Raja yang terletak di Kelurahan Mangkurawang, Tenggarong.

Namun, pasca pembongkaran hingga saat ini kondisinya tak terawat, dibalik pagar seng juga banyak tumpukkan sampah yang menimbulkan bau tidak sedap sama sekali.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kukar, Tajudin mengatakan pihaknya sedang melakukan kajian merevitalisasi menjadi “Pasar Tradisional Semi Modern”.

Pihaknya menambahkan dari total seluruh luasan yang ada, satu hektare nya akan dibuat Ruang Terbuka Hijau (RTH), sisanya akan dilakukan penataan lahan parkir dan pasar tradisional semi modern. Butuh setidaknya Rp 1 miliar untuk perencanaan yang akan dilakukan pada tahun 2022 mendatang.

Pasar yang diperkirakan pembangunannya mencapai Rp 200 miliar ini akan dibantu pembangunannya melalui anggaran APBN. Setelah proses kajian dan perencanaan usai tentunya. (Adv)

Share:

About The Author