Siswo Cahyono Anggap Perpanjangan PPKM Belum Mendesak

Kukar – Pemerintah Daerah (Pemda) Kutai Kartanegara (Kukar) secara resmi kembali umumkan dan terapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro. Melihat kondisi dan perkembangan kasus COVID-19 di Kukar yang semakin melonjak naik dalam beberapa waktu terakhir ini.

PPKM di Kukar sendiri bakal diterapkan selama dua pekan, sejak tanggal 26 Juni hingga 9 Juli 2021 mendatang.

Tetapi pandangan berbeda dari Wakil Ketua DPRD Kukar Siswo Cahyono. Ia mengatakan pemberlakuan PPKM seharusnya tidak diterapkan di Kukar. Karena berdampak besar pada masyarakat. Khususnya bagi masyarakat menengah kebawah.

“Yang kasihan kalangan masyarakat menengah kebawah, kaya pedagang dan lain-lain, kemarin kan pada demo tuh yang di pasar malam karena dibatasi,” ucap Siswo kepada media ini.

Wakil Ketua DPRD Kukar, Siswo Cahyono. (ist)

Politisi PKB ini juga menambahkan jika penerapan PPKM dilakukan, pihak eksekutif harus memikirkan solusinya.

“Solusi nya harus ada, gak mungkin kan kita kasih bantuan sembako terus dengan kondisi APBD yang lagi turun seperti ini,” lanjutnya lagi

Paling terpenting menurut Siswo, pemerintah harus terus melakukan edukasi terkait pentingnya menjaga protokol kesehatan (Prokes) COVID-19 dengan baik dan benar.

Khususnya di setiap tempat-tempat keramaian, itu yang menurutnya harus ditingkatkan sehingga dapat menekan laju pertumbuhan kasus COVID-19 di Kukar. Ketimbang melakukan pembatasan yang cukup merugikan masyarakat ekonomi menengah kebawah.

Karena yang merasakan dampak paling terasa ialah masyarakat menengah ke bawah yang memang lebih banyak mencari penghasilan dari sektor UMKM. Dan banyak menjalankan usaha pada malam hari. Dimana pada PPKM membatasi kegiatan masyarakat pada malam harinya. (Adv)

Share:

About The Author