Mediaetam.com, Samarinda – Bencana banjir menjadi masalah utama dibeberapa daerah Kaltim, seperti yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di daerah Kutim dan Berau.
Eksplorasi secara berlebihan di sektor industri ekstraktif menjadi faktor penyebab terjadinya banjir, hal ini juga di katakan oleh Anggota DPRD Kaltim Masykur Sarmian.

Jika dilihat lebih jauh misalnya banjir yang terjadi di kabupaten Berau, sempat viral di media sosial tanggul salah satu perusahaan yang jebol akibat tidak bisa menahan debit air. Dan untuk banjir yang terjadi pada saat ini di berau merupakan yang paling parah sejak beberapa tahun terakhir.
” Yang perlu di ketahui saat ini baik pemprov maupun pemda tidak mempunyai lagi kewenangan terkait pertambangan, karena sudah di tarik ke pusat,” jelas Masykur Sarmian.
Jadi menurut Masykur Sarmian, mengenai peraturan Minerba Dan Batu Bara (Minerba)akan lebih baik jika kembali ke daerah. Agar daerah bisa melakukan kontrol terhadap perusahaan.
“Jangan hanya dikasih urusan, tapi tidak diberi kewenangan untuk melakukan eksekusi,” ucap dia.
Untuk itu Masykur meminta agar pemerintah pusat bisa mengevaluasi kembali peraturan terkait Minerba, akan tidak bagus jika dikemudian hari misalnya daerah yang disalahkan karena dianggap tak bisa menangani langsung maraknya aktivitas industri ekstraktif.
“Karena daerah itu tidak ada kewenangan, sedangkan dari pusat tidak tahu bagaimana kondisi daerah terkait masalah yang ditimbulkan oleh aktifitas ekploitasi ini,” tutup dia. (Adv/Idham)








