1 Hari 2 Kasus Tongkang Batubara di Mahakam; Pagi Nabrak Jembatan, Malam Nabrak Rumah Warga

Kiri: proses evakuasi usai penabrakan tiang Jembatan Mahulu, kanan: dampak tabrakan tongkang ke rumah dan keramba warga Loa Kulu. (IST)

Sungai Mahakam kembali menjadi sorotan setelah dalam satu hari terjadi dua insiden kecelakaan tongkang batubara di lokasi berbeda, Minggu (4/1/2026). Rentetan peristiwa ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan jalur pelayaran sungai, khususnya di sekitar pemukiman warga dan infrastruktur vital.

Dini Hari: Tongkang Hantam Jembatan Mahulu Samarinda

Insiden pertama terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 Wita, saat tongkang batubara menabrak kaki Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Samarinda. Peristiwa ini menjadi kejadian kedua dalam kurun waktu sebulan terakhir yang melibatkan jembatan tersebut.

Bacaan Lainnya

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Samarinda menegaskan bahwa kejadian itu berlangsung di luar standar operasional prosedur (SOP) pelayanan pemanduan kapal. Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) juga memastikan tidak ada aktivitas pemanduan resmi yang berada dalam pengawasan Pelindo saat insiden terjadi.

Dua kapal tunda terlibat dalam peristiwa ini, yakni Tugboat Bloro-7 yang menarik tongkang Roby-311 serta Tugboat Raja Laksana-166 yang menarik tongkang Danny-66. Salah satu kapal tunda dilaporkan sempat berupaya menahan laju tongkang untuk mengurangi dampak benturan.

Benturan tersebut tidak hanya berdampak pada struktur jembatan, tetapi juga dirasakan warga bantaran Sungai Mahakam di kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan, Samarinda. Pelindo menyatakan proses evakuasi tongkang yang hanyut rampung sekitar pukul 03.50 Wita.

Malam Hari: Ponton Batubara Tabrak Rumah dan Keramba Warga Loa Kulu

Belum genap 24 jam, insiden serupa kembali terjadi pada Minggu malam sekitar pukul 19.00 Wita di Jalur 2 RT 12, Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Sebuah ponton bermuatan batubara milik PT KSA kehilangan kendali dan menghantam deretan rumah serta ratusan keramba ikan milik warga di tepi sungai.

Kepala Desa Loa Kulu Kota, Mohamad Rizali, mengungkapkan bahwa kecelakaan air tersebut dipicu oleh kondisi sungai yang sedang pasang dan arus yang kuat. Saat itu, ponton melaju dari arah hulu ke hilir dan berhadapan dengan ponton lain dari arah Samarinda, serta kapal tangki minyak.

“Kapal berusaha menghindari tabrakan dengan ponton dari arah berlawanan dan kapal tangki minyak. Jika menabrak kapal minyak, risikonya jauh lebih fatal. Akhirnya kapal mengambil haluan terlalu ke kanan hingga menghantam pemukiman warga,” jelas Rizali.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak kerusakan yang ditimbulkan tergolong besar. Ratusan keramba ikan dilaporkan hancur, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat, serta dua unit sepeda motor turut rusak.

“Jika melihat jumlah keramba, aset rumah yang hancur, dan kendaraan, kerugian diperkirakan hampir mencapai miliaran rupiah,” ungkap Rizali.

Saat ini, tim gabungan dari Satpolairud Polres Kukar, Polsek Loa Kulu, pemerintah desa, serta perwakilan perusahaan masih melakukan pendataan kerusakan secara door-to-door.

Pihak PT KSA dilaporkan langsung mendatangi lokasi kejadian pada dini hari sekitar pukul 01.00 Wita untuk menemui warga dan memastikan proses penyelesaian berjalan kondusif. Perusahaan menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas seluruh kerusakan yang ditimbulkan.

“Perusahaan berkomitmen mengganti kerugian sesuai hasil identifikasi, baik untuk rumah, kendaraan, maupun usaha keramba masyarakat. Alhamdulillah warga tetap kondusif,” pungkas Rizali.

Dua insiden dalam satu hari ini kembali menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap lalu lintas tongkang batubara di Sungai Mahakam demi melindungi keselamatan warga dan infrastruktur di sepanjang aliran sungai.

Redaksi Media Etam

Bagikan:

Pos terkait