Bicara Soal Beras Saat Jokowi ke Samarinda

Bahas Beras, Jokowi saat melakukan kunjungan ke Pasar Merdeka (sumber: Pemprov Kaltim)
Bahas Beras, Jokowi saat melakukan kunjungan ke Pasar Merdeka (sumber: Pemprov Kaltim)

SAMARINDA – Harga beras yang masih tinggi, turut menjadi sorotan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden menyebut, pekerjaan rumah untuk stabilitas harga sembako saat ini adalah harga beras. Sebab, harga sembako lain seperti cabai atau bawang, sudah mengalami penurunan.

 

Bacaan Lainnya

Melambungnya harga beras ini, membuat pemerintah putar otak. Salah satu opsi yang muncul adalah impor beras.

 

“Dan pemerintah memperbesar cadangan strategis lewat impor guna menutup kekurangan produksi beras,” kata Joko Widodo saat mengunjungi Pasar Merdeka Samarinda pada Kamis (21/9/2023) pagi. 

Opsi impor beras Jokowi sebut karena kondisi cuaca di Indonesia yang membuat produksi beras tak optimal. Belakangan, kemarau berkepanjangan dari dampak El Nino, membuat pasokan petani kurang.

“Problemnya pasokan petani kurang. Dampak El Nino di tujuh provinsi,” tegasnya.

Sementara itu, harga beras telah banyak dikeluhkan masyarakat. Untuk Kaltim sendiri, rata-rata harga beras menyentuh angka Rp 15 ribu. Padahal dari data laman Lamin Etam, awal tahun harga beras masih di angka Rp 13 ribu. 

Produksi beras di Kaltim juga menurun. Mengambil data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, produksi beras pada 2022 untuk konsumsi pangan penduduk

mencapai 139,27 ribu ton. Turun 3,05 ribu ton atau 2,15 persen dari 2021 yang produksinya menyentuh 142,32 ribu ton. 

Data juga mendukung luas area panen padi yang menurun. Luas panen padi pada 2022 di Kaltim mencapai sekitar 64,97 ribu hektare. Angka ini mengalami penurunan sebanyak 1,30 ribu hektar atau 1,96 persen, dari luas panen padi di 2021 yang mencapai 66,27 ribu hektar.  

Bagikan:

Pos terkait