SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperluas cakupan Program Pendidikan Gratispol. Jika pada realisasi perdana tahun lalu bantuan hanya meng-cover sebagian biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa baru angkatan 2025, mulai 2026 program ini dapat diakses oleh seluruh mahasiswa aktif di berbagai semester.
Perluasan kebijakan tersebut disosialisasikan Tim Percepatan Pendidikan Gratispol (TP2G) Pemprov Kaltim dalam kegiatan yang digelar di Aula Gedung E lantai IV Kampus Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Samarinda, Jumat (30/1/2026). Sosialisasi diikuti para Ketua Jurusan dan Koordinator Program Studi dari Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta (PTN/PTS) di Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Cakupan Diperluas
Dalam pemaparan TP2G dijelaskan bahwa skema bantuan tidak lagi terbatas bagi mahasiswa baru, tetapi juga menjangkau mahasiswa yang sudah menempuh perkuliahan pada semester berjalan. Kebijakan ini menjadi langkah penting agar lebih banyak anak muda Kaltim merasakan manfaat pendidikan tinggi tanpa beban biaya UKT.
Di lingkungan UMKT saja, tercatat sebanyak 2.205 mahasiswa telah masuk sebagai penerima manfaat dan dibebaskan dari tagihan UKT melalui skema Gratispol. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa jenjang S1 yang merupakan warga Kalimantan Timur dengan batas usia maksimal 25 tahun.
Ketua TP2G Pemprov Kaltim Bohari Yusuf menegaskan bahwa investasi pendidikan hari ini menentukan kualitas kepemimpinan daerah di masa depan.
“Anak-anak kita yang hari ini berusia 20 sampai 25 tahun, dua dekade lagi berada pada usia kepemimpinan. Mereka inilah yang kita harapkan menjadi penopang masa depan daerah dan bangsa,” ujarnya.
Sebelumnya, TP2G juga telah melakukan sosialisasi serupa di wilayah Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser. Kegiatan berlangsung di Universitas Mulia Balikpapan pada Kamis, 29 Januari 2026 dengan melibatkan pimpinan perguruan tinggi serta kepala program studi setempat.
Redaksi Media Etam








